Banyak sektor yang paling menjanjikan di Indonesia, Hotel Investment Opportunities merupakan salah satu bintang paling bersinar di tengah perekonomian Indonesia yang membaik. Industri hotel, termasuk properti di Indonesia, terus menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa, terutama di Jakarta, Bali dan Semarang. Dengan pertumbuhan substansial di sektor ini dalam beberapa tahun terakhir, pasar ini jatuh tempo dan meredakan kekhawatiran apa pun.

Semarang adalah ibu kota Jawa Tengah. Sekilas, Semarang mungkin tidak tampak menarik seperti Jakarta, tetapi berada di jalur yang tepat untuk menjadi salah satu pusat wisata paling populer di Jawa. Keragaman dan arsitektur bangunan di Semarang menarik wisatawan domestik maupun internasional. Semarang memiliki struktur ekonomi yang baik dalam perhotelan, termasuk properti, tempat menginap dan restoran. Semarang bahkan dianggap sebagai pusat kuliner di Pulau Jawa.

Dalam artikel ini, kita akan membahas pasar yang menjanjikan ini di Semarang dan bagaimana investor memulai bisnis mereka di sektor ini.

Peluang Investasi dan Pariwisata Hotel di Indonesia

Dengan salah satu investasi terbesar dalam pariwisata termasuk hotel dan restoran, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi besar-besaran pada tahun 2013. Rata-rata pertumbuhan ekonomi hotel adalah 6% – 8% per tahun dan berkontribusi pada lebih dari 30% PDB setiap tahun.

Pada tahun yang sama, kedatangan pengunjung di Indonesia meningkat sebesar 16,37% dengan 808 juta pengunjung. 35% pengunjung berasal dari ASEAN. Menurut Biro Statistik Australia, Indonesia juga merupakan tujuan wisata terpopuler kedua bagi warga Australia. Berlanjutnya pertumbuhan jumlah pengunjung yang datang ke Indonesia memberikan momentum tersendiri bagi pemerintah Indonesia untuk meningkatkan sektor hotel dan pariwisata, terutama melalui peningkatan sarana dan prasarana.

Tingkat hunian rata-rata hotel di Indonesia sekitar 50-70% per tahun dan pembangunan akomodasi, terutama hotel, sangat direkomendasikan di banyak kota populer di Indonesia dan Semarang adalah salah satunya.

Hotel Ayat Luxe

Informasi Peluang Investasi dan Properti Hotel di Semarang

Investasi properti dan hotel di Semarang masih memiliki banyak peluang. Oleh karena itu, Kota Semarang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga investor asing untuk mengambil kesempatan membangun akomodasi yang lebih banyak bagi wisatawan maupun warga di Semarang. Jenis akomodasi yang biasa dibangun di Semarang adalah hotel budget dan hotel butik. Untuk akomodasi yang lebih mewah, hotel bintang 4 dan bintang lima, vila dan resor direkomendasikan.

Pemerintah Kota Semarang kembali menggelar acara tahunan di bidang promosi dan investasi, Forum Bisnis Semarang (Sembiz) secara virtual 2020, Rabu (9/9/2020). Acara Sembiz ke-14 menghadirkan beberapa narasumber, antara lain Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Direktur PwC (Price Waterhouse Coopers) Indonesia Julian Smith, dan Kepala BKPM RI Bahlil Lahadalia.

Meski digelar secara virtual, namun hal itu tidak mengurangi jumlah peserta yang ambil bagian dalam acara tersebut. Disiarkan secara online melalui youtube Pemerintah Kota Semarang, forum bisnis tahunan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah ini menarik banyak pelaku usaha, baik dalam maupun luar negeri. Dalam paparannya, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyampaikan berbagai peluang investasi di Kota Semarang, termasuk memberikan insentif untuk investasi. Setidaknya ada dua jenis insentif yang bisa kita berikan, yang pertama adalah bphtb dan keringanan PBB untuk kepemilikan aset di Kota Semarang, jelas Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi ini.

Sekarang siapa pun dapat MEMBELI PROPERTI, BERINVESTASI DALAM PROPERTI dan MEMBUAT BISNIS BARU. Dengan EQUITY CROWDFUNDING beban berat menjadi lebih ringan. Ingin mendiversifikasi portofolio Anda? coba urun dana atau equity crowdfunding properti di Julizar

Di tengah pandemi, Pemkot Semarang buka investasi

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi ini akan memberikan keringanan pajak daerah hingga 6 bulan sejak usaha mulai beroperasi, untuk jenis usaha hotel, restoran dan hiburan,” lanjutnya.

Hendi juga menjelaskan, sektor pariwisata juga menjadi salah satu potensi unggulan di Kota Semarang, mengingat saat ini sektor pariwisata merupakan penyumbang devisa terbesar di Indonesia, bahkan mengalahkan sektor migas.

“Meskipun pandemi Covid-19 telah banyak mempengaruhi industri pariwisata, saya optimis industri pariwisata dapat terus berkembang dengan berbagai penyesuaian di era kebiasaan baru,” katanya. Ia menyebutkan salah satunya adalah revitalisasi Kota Lama Semarang. Mendukung pengembangan sektor pariwisata, ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Semarang terus berupaya membangun sarana dan prasarana pendukung, termasuk sarana transportasi.

Untuk itu, ke depan kami berencana membangun jalur LRT 6 km pertama. Rute ini akan menghubungkan Kawasan Bandara Ahmad Yani-Pasar Madukoro-Bulu yang kami harapkan akan semakin meningkatkan layanan transportasi massal,” lanjut Hendi.

Memiliki Properti di Semarang untuk Bisnis Penginapan

Untuk memulai bisnis penginapan di Semarang, Anda harus melakukan perencanaan yang matang terlebih dahulu. Ketika Anda berada dalam proses perencanaan, ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan, seperti izin bangunan dan lisensi yang tepat, dan apakah Anda menyewa atau memiliki properti.

Untuk melindungi properti atau tanah Anda seperti investor cerdas, pahami hak milik Anda misalnya hak milik lisensi homestay. Lisensi homestay memungkinkan Anda menjalankan properti dengan 3-5 kamar. Homestay didefinisikan sebagai properti yang disewakan kepada wisatawan untuk menginap bersama keluarga lokal di Semarang. Wisatawan membayar penginapan yang harganya lebih murah dibanding jenis akomodasi lainnya.

Hak properti Lisensi Bangunan

Lisensi bangunan memungkinkan Anda untuk membangun properti di darat. Pemilik properti bertanggung jawab untuk mendapatkan lisensi ini. Misalnya, jika Anda satu-satunya penyewa properti, pemilik anda harus mendapatkan lisensi ini untuk anda.

ARTIKEL TERKAIT