Ingin berinvestasi di Indonesia? Investor melihat Indonesia memiliki potensi pasar yang besar sehingga akan prospektif bagi bisnis hotel. Jakarta adalah lokasi yang dipilih dengan potensi ekspansi di Bali dan Lombok. Badan Koordinasi Penanaman Modal siap memfasilitasi kepentingan yang diungkapkan oleh investor Taiwan melalui Kantor Perdagangan Ekonomi Indonesia.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, mengatakan, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor prioritas yang akan diliring ke Indonesia. “Sektor pariwisata merupakan sektor yang prospektif mengingat pemerintah akan membuka sektor usaha restoran dan hotel untuk kepemilikan asing.

Pihaknya mendukung masuknya jaringan hotel kelas bintang lima di Indonesia, dan juga mengatakan bahwa jaringan hotel bintang tiga juga memiliki pasar tersendiri sehingga berpotensi masuk ke Indonesia. “Indonesia merupakan salah satu negara prioritas untuk jaringan hotel mengingat potensi pertumbuhan ekonomi yang sangat besar. Selain dari Jakarta, jaringan hotel ini juga tertarik untuk mendirikan hotel di kawasan wisata pesisir, di mana mereka tertarik untuk memiliki hotel di Bali dan Lombok.

Investor hotel di Indonesia mencari kawasan wisata potensial di Indonesia

Terkait hal ini, manajemen hotel meminta informasi kawasan wisata potensial di Indonesia untuk disampaikan kepada para investor. Kepala BKPM mengatakan, pemerintah fokus mengembangkan 10 destinasi pariwisata.

Hotel di Jakarta ini merupakan cabang hotel kelas bintang setelah rantai ini memiliki cabang hotel di beberapa lokasi lain, termasuk Beijing, Berlin, Montenegro, Phuket, Singapura, Taipei, dan Turki dan Caicos. Grup hotel ini memiliki jaringan hotel bintang lima, bintang empat, dan bintang tiga. Dia menjelaskan, rombongan hotel melaksanakan kegiatan pengelolaan hotelnya sementara pembangunan gedung akan didukung oleh investor grup hotel.

Sementara itu, Head of Investment IETO Taipei, menambahkan bahwa hotel ini akan dibangun di sebuah kompleks properti di mana sebuah bangunan perumahan (kondominium) juga akan dibangun. Berdasarkan laporan yang disampaikan jaringan hotel, hotel yang berlokasi di Jakarta saat ini sedang dibangun dan diperkirakan akan mulai beroperasi pada awal 2020.

Departemen di Perhotelan

Investor hotel di Indonesia sangat membutuhkan informasi aktivitas ekonomi di Indonesia

Indonesia merupakan negara penting, khususnya di kawasan ASEAN, karena populasi Indonesia mewakili 40% dari total penduduk ASEAN dan dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN, dapat diperkirakan aktivitas ekonomi di Indonesia akan semakin sibuk. Untuk itu, sektor pendukung seperti hotel sangat dibutuhkan dan merupakan salah satu sektor yang dipromosikan kepada pengusaha di Taiwan.

Dari data yang dimiliki BKPM, realisasi investasi dari Taiwan pada 2015 mencapai US$ 107,95 juta yang terdiri dari 275 proyek. Sementara itu, data Financial Times untuk Februari 2016, total Investasi Luar Taiwan ke Indonesia berada di posisi ketujuh dengan total investasi sebesar US$ 1,5 miliar.

BKPM akan terus memfasilitasi masuknya investasi dari Taiwan untuk mencapai realisasi investasi pada 2016 sebesar Rp. 594,8 triliun, khususnya kontribusi dari investasi asing yang dipatok sebesar Rp. 386 triliun atau 65% dari total realisasi investasi yang ditargetkan masuk.

Sekarang siapa pun dapat MEMBELI PROPERTI, BERINVESTASI DALAM PROPERTI dan MEMBUAT BISNIS BARU. Dengan EQUITY CROWDFUNDING beban berat menjadi lebih ringan. Ingin mendiversifikasi portofolio Anda? coba urun dana atau equity crowdfunding properti di Julizar

INVESTASI HOTEL BINTANG TIGA

Jumlah investasi yang dibutuhkan untuk membangun proyek Hotel Bintang Tiga dengan total 75 kamar diperkirakan sebesar Rp. 42.639.343.448, – yang digunakan untuk membiayai bangunan dan infrastruktur hotel seperti peralatan dan utilitas, kendaraan dan untuk kebutuhan modal kerja.

Total investasi sebesar Rp. 30.167.733.062,- akan dibiayai dengan modal sendiri sebesar Rp. 10.585.079.406,- atau 35%, sedangkan 65% atau Rp. 19.582.653.656,- akan diperoleh dari kredit bank, yang terdiri dari kredit. investasi sebesar Rp. 16.857.011.157,- dan kredit modal kerja sebesar Rp. 2,725,642,499, -.

Pembangunan fisik Hotel Bintang Tiga hingga siap beroperasi diperkirakan memakan waktu 12 (dua belas) bulan. Selama masa pengembangan proyek, jumlah kredit investasi yang disalurkan bank sebesar Rp 15.200.000.000. Dengan asumsi bahwa suku bunga bank terhitung adalah 16,5% secara tahunan, total bunga pinjaman selama periode konstruksi adalah Rp 1.657.011.157.

Biaya infrastruktur hotel

Bisnis hotel di Indonesia semakin berkembang seiring dengan meningkatnya arus kedatangan wisatawan mancanegara dan tren perusahaan besar yang melakukan kegiatan perjalanan bisnis dan wisatawan domestik (wisnus). Sebagai contoh, pada 2012, wisatawan mancanegara yang menginap atau menginap di hotel berbintang, selama berada di Indonesia tercatat 6.468.493 orang atau 21,11 persen, sedangkan jumlah wisatawan domestik yang menginap di hotel berbintang mencapai 24.168.449 orang atau 78, 89 persen.

Pada tahun yang sama, terdapat 1.623 hotel berbintang dengan 155.740 kamar dan 238.485 kamar tidur. Rata-rata tingkat hunian kamar adalah 56,16 persen atau rata-rata jumlah kamar yang digunakan ditempati oleh 1,9 orang, sedangkan tingkat pemakaian tempat tidur rata-rata 68,98 persen. Untuk dapat menilai apakah investasi ini dalam bisnis hotel layak dan dapat menghasilkan keuntungan yang diharapkan di tahun-tahun mendatang, perlu untuk membuktikannya dengan melakukan analisis keuangan menggunakan rasio.

Lokasi sangat berpengaruh dengan hotel yang tenang dan ramai sehingga Anda akan melakukan investasi. Untuk memilih lokasi disarankan untuk memilih hotel yang dekat dengan tempat wisata. Karena secara umum hotel yang dekat dengan tempat wisata akan selalu ramai dikunjungi penyewa, terutama saat libur panjang.

ARTIKEL TERKAIT