Bisnis Dijual Bali: Properti Komersial di Bali Jadi Incaran Pebisnis

Bisnis untuk dijual di Bali sekarang tersedia di situs web Hotel Dijual. Sejumlah kegiatan ekonomi di Pulau Dewata yang berjalan cukup pesat membuat permintaan atau Bisnis Dijual Bali untuk jual beli unit properti komersial di daerah tersebut juga semakin berkembang. Investor atau pebisnis terus mengincar properti komersial untuk mengembangkan bisnis di pulau yang dikenal dengan sektor industri pariwisatanya. Sejumlah proyek jenis ini mulai dari hotel, unit perkantoran, ruko, kios ritel, gudang hingga deretan unit properti yang permintaannya terus meningkat.

Sejumlah investor mengincar sejumlah kawasan strategis di Bali dalam memilih unit properti komersial yang akan dibeli. Wilayah Denpasar, Tabanan, Badung, Jimbaran, Kuta, Legian, dan Ubud menjadi kawasan favorit banyak investor.

Hotel Bintang 5 Dijual di Bali

Jumlah kedatangan di Bali yang terus meningkat setiap tahunnya membuka banyak peluang bagi para pelaku usaha untuk menggaralah bisnis pariwisata tersebut. Tidak hanya jaringan hotel terkenal yang telah menanam taring mereka di mengembangkan hotel dengan segmen hotel berbintang. Beberapa pengusaha juga telah mengembangkan hotel dengan tarif yang ramah dan guest house untuk menyasar segmen backpacker traveler.

Jenis properti lain yang juga merupakan tambang emas untuk bisnis penginapan adalah vila. Selain menjual untuk investasi, sejumlah pengusaha telah membeli unit villa di Bali dan kemudian mengembangkannya menjadi unit sewa. Hal ini dikarenakan sejumlah wisatawan lebih memilih villa sebagai tempat menginap karena menawarkan lebih banyak privasi dan konsep interior yang unik. Sejumlah vila ditemukan di daerah Pecatu, Jimbaran, Ubud, Unggasan, Seminyak, dan Tanah Lot.

Tidak hanya bisnis hotel atau penginapan, kebutuhan unit ruang kantor juga sangat dibutuhkan bagi pebisnis atau pengusaha yang bergerak di bidang usaha lainnya, misalnya travel agent, perbankan, serta sektor jasa. Jenis unit properti lain yang banyak dicari oleh pengusaha adalah ruko yang sudah menjamur di hampir semua wilayah. Fungsi toko yang bisa multifungsi, sebagai hunian dan bisnis juga menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.

Beragam Properti Komersial Dijual di Bali

Sedangkan untuk ruang untuk memasarkan produksi mereka, sejumlah pengusaha dari industri kerajinan tangan, fashion, suvenir dan makanan telah memilih ruko untuk memperluas bisnis mereka. Selain ruko, toko dan kios yang sudah lama digunakan sebagai unit ruang usaha juga menjadi incaran banyak pengusaha.

Faktor lokasi yang strategis menjadi salah satu penentu keberhasilan bisnis yang dikembangkan di unit properti. Tidak hanya itu menawarkan Business Dijual, sebelum memutuskan untuk membeli properti, para pelaku usaha dituntut untuk jeli melihat pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat sekitar. Dengan melihat demografi suatu daerah, para pebisnis akan mengetahui jenis unit properti bisnis dan komersial apa yang akan dikembangkan di daerah tersebut.

Hotel di Bali Dijual Harga Murah

Artikel ini diterjemahkan dari https://www.trenasia.com/

Industri hotel di Bali saat ini sedang ramai diperbincangkan karena adanya laporan puluhan hotel yang dijual akibat guncangan pandemi COVID-19. Hotel bintang dua hingga bintang lima yang dijual ini dibanderol dengan harga Rp 40 miliar hingga Rp 1,5 triliun.

Menanggapi hal tersebut, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyatakan bahwa hal ini tidak sepenuhnya benar. Wakil Ketua Umum PHRI Maulana Yusran mengatakan tidak semua hotel yang disebutkan dalam berita tersebut dijual karena terdampak pandemi corona.

Maulana tidak memungkiri bahwa memang ada beberapa hotel di Bali yang sedang dijual karena tidak bisa bertahan dari krisis ekonomi akibat pandemi.

Bisnis Hotel Ambruk Dilanda Corona

“Tapi saya juga tidak bilang bukan berarti karena COVID-19 tidak ada yang jual hotel, ya ada juga. Namun, kami di PHRI, sampai saat ini kami belum menerima data hotel yang benar-benar terjual karena COVID-19,” jelasnya.

Maulana mengatakan, tingkat hunian hotel rata-rata nasional saat ini masih di bawah 20%. “Ada beberapa hotel yang mungkin mencapai 30%, tapi kalau kita bicara okupansi nasional, rata-rata masih di bawah 20%,” katanya.

Menurutnya, rendahnya tingkat hunian disebabkan oleh pengusaha hotel yang masih membatasi jumlah kamar sewa dan Bisnis Dijual Bali. Tujuannya untuk meminimalisir biaya operasional yang dikeluarkan.

“Mereka (hotel) masih terbatas, mungkin masih ada beberapa kamar dulu, misalnya 50 kamar atau 30 kamar dulu, jadi mereka tidak buka semuanya. Karena tidak terlalu banyak konsumen, pengusaha hotel harus melakukan efisiensi agar bisa bertahan,” jelasnya.

Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani mengatakan, akibat COVID-19, industri pariwisata telah kehilangan potensi pendapatan dari wisatawan mancanegara mencapai Rp 60 triliun. Hotel-hotel tersebut telah berhenti beroperasi dari Januari hingga April 2020.

“Sementara dari pasar domestik, sektor hotel kehilangan potensi pendapatan sekitar Rp. 30 triliun,” kata Haryadi pada April lalu.

Haryadi mengatakan, per 13 April 2020 terdapat 1.642 hotel dan 353 restoran atau tempat hiburan yang sempat berhenti beroperasi.

Sebanyak 47 hotel di Bali dilaporkan bangkrut dan berencana dijual karena lesunya industri pariwisata di Pulau Dewata. Kabar ini beredar luas di sejumlah media sosial pada pertengahan Juni lalu.

Daftar hotel yang dijual di Bali yang menjadi viral di media sosial:

  • Hotel Premium Legian Bali – Rp22 miliar
    2- bintang Hotel / PEMILIK LANGSUNG
  • Everyday Smart Hotel, Kuta Bali – Rp60 miliar
    Hotel Bintang 2 / PEMILIK KUASA LANGSUNG
  • The Segara Suites Nusa Dua Bali – Rp55 miliar
    Condotel bintang 4 / PEMILIK KUASA LANGSUNG
  • Berry Biz Hotel Sunset road Kuta Bali – Rp110 miliar
    Hotel Bintang 3 / PEMILIK KUASA LANGSUNG
  • The Royal Beach Seminyak Bali – Rp1,5 triliun
    Hotel Bintang 5 / PEMILIK LANGSUNG
  • Pop! Harris Dewi Sri Kuta Bali – Rp150 miliar
    Hotel Bintang 2 / PEMILIK KUASA LANGSUNG
  • The Sintesa Jimbaran – Rp950 miliar
    Hotel Bintang 5 / PEMILIK LANGSUNG
  • Hotel Keraton Jimbaran – Rp600 miliar
    Hotel bintang 4 / PEMILIK LANGSUNG
  • Swiss-belexpress Legian Kuta Bali – Rp125 miliar
    Hotel Bintang 3 / PEMILIK LANGSUNG
  • Swiss-belhotel Segara Nusa Dua Bali – Rp300 miliar
    Hotel bintang 4 / PEMILIK LANGSUNG
  • Pop! Harris Teuku Umar Denpasar – Rp110 miliar
    Hotel Bintang 2 / PEMILIK KUASA LANGSUNG
  • Santosa City Hotel Denpasar – Rp40 miliar
    Hotel Bintang 2 / PEMILIK LANGSUNG
  • Aston Canggu Beach Resort – Bali – Rp200 miliar
    Resor Bintang 4 / PEMILIK KUASA LANGSUNG
  • Jimbaran Bay Beach Resort & Spa – Rp185 miliar
    Resor Bintang 4 / PEMILIK LANGSUNG
  • Ibis Bali Legian Street Hotel – Rp150 miliar
    Hotel Bintang 3 / PEMILIK KUASA LANGSUNG
  • Bali Relaxing Resort & Spa Tanjung Benoa – US$50 juta
    Resor Bintang 5 / PEMILIK LANGSUNG
  • Aston Denpasar Gatot Subroto – Rp400 miliar
    Hotel / DKK bintang 4
  • Taman Gantung Ubud – Rp1 triliun
    Resor Bintang 5 / PEMILIK LANGSUNG
  • The Sterling, Hotel dunia @Dreamland Resort – Rp750 miliar
    Resor Bintang 5 / PEMILIK LANGSUNG
  • Ikan Rimba, Ubud – Rp400 miliar
    Pemilik Hotel & Villa / KUASA LANGSUNG Bintang 5
  • Jalan Kartika Plaza Kuta – Rp400 miliar
    Hotel Bintang 4
  • Art Resort Ubud – Rp85 miliar
    Resor Butik Bintang 3
  • Swiss Belresort Pecatu – Rp500 miliar
    Resor bintang 4
  • Tuban, Kuta Bali – Rp185 miliar
    Hotel Bintang 3
  • Summer Home Umasari – Rp15 miliar
    Hotel Butik Bintang 3 / PEMILIK LANGSUNG
  • Sing Ken Ken Boutique Hotel – Rp350 miliar
    Hotel Butik Bintang 4 / PEMILIK LANGSUNG
  • Grand Livio Hotel – Rp175 miliar
    Hotel Bintang 3 / PEMILIK KUASA LANGSUNG
  • Zia Bali Seminyak / Daun Bali Seminyak – Rp160 miliar
    Hotel Butik Bintang 3 / PEMILIK KUASA LANGSUNG
  • L Hotel Seminyak – Rp145 miliar
    Luxury Hotel / PEMILIK KUASA LANGSUNG bintang 4
  • Swiss-Belhotel Petitenget – Rp250 miliar
    Hotel Bintang 4 / PEMILIK KUASA LANGSUNG
  • Kanvaz Village Resort Seminyak – Rp700 miliar
    Hotel Butik Bintang 4 / PEMILIK LANGSUNG
  • Hotel d’Sri Saren Legian, Bali – Rp45 miliar
    Hotel Bintang 3 / PEMILIK LANGSUNG
  • Legian Sunset Residence Bali – Rp70 miliar
    Hotel Bintang 3
  • Pandawa Hill Resort – Rp160 miliar
    Hotel bintang 4 / PEMILIK LANGSUNG
  • Berry Glee Raya Kuta bali – Rp150 miliar
    Hotel Bintang 3 / PEMILIK KUASA LANGSUNG
  • Ion Hotel Nusa Dua Bali – Rp185 miliar
    Hotel Bintang 4 / PEMILIK KUASA LANGSUNG
  • Bedrock Hotel Tuban Bali – Rp300 miliar
    Hotel Bintang 4 / PEMILIK KUASA LANGSUNG
  • Pullman Hotel Kuta 60 persen Saham – Rp1,5 triliun
    Hotel Bintang 5 / PEMILIK KUASA LANGSUNG
  • Lee Grande Pecatu Graha Bali – Rp650 miliar
    Hotel Bintang 5 / PEMILIK KUASA LANGSUNG
  • Suris Hotel Kuta Bali – Rp55 miliar
    Hotel Bintang 2 / PEMILIK LANGSUNG
  • Pulau Sun Legian Kuta Bali – Rp250 miliar
    Hotel bintang 4 / PEMILIK LANGSUNG
  • Mercure Pantai Kuta Bali – Rp270 miliar
    Hotel bintang 4 / PEMILIK LANGSUNG
  • Rivavi Hotel Kuta – Rp200 miliar
    Hotel Bintang 3 / PEMILIK KUASA LANGSUNG
  • J Hotel Raya Kuta – Rp120 miliar
    Hotel Bintang 3 / PEMILIK KUASA LANGSUNG
  • Saris Hotel Raya Kuta Bali – Rp200 miliar
    Hotel Bintang 3 / PEMILIK LANGSUNG
  • Souverigh Hotel Tuban Kuta Bali – Rp270 miliar
    Hotel bintang 4 / PEMILIK LANGSUNG
  • Kuta Anggel Hotel Kuta Bali – Rp55 miliar. Apa yang kau melakukan itu.
    Hotel Bintang 2

BACA JUGA