Berapa Banyak yang Harus Saya Jual Bisnis Saya: Panduan Utama

Ini adalah hal utama yang dapat memenangkan hati pelanggan Anda. Namun produk yang selain tentunya tidak akan dibeli oleh pelanggan jika harga jualnya juga tidak pas di kantongnya. tidak akan mudah tentu saja bagi Anda dalam menentukan harga jual suatu produk dibutuhkan kecerdikan tersendiri.

Mengapa begitu? karena jika Anda menaikkan harga maka pelanggan khawatir akan pergi dan tidak lagi ingin membeli produk Anda. di sisi lain Jika Anda menurunkan harga maka kemungkinan besar keuntungan akan berkurang dan jika demikian maka tidak perlu bagi Anda untuk melakukan apa pun lagi.

Kabar baiknya adalah bahwa beberapa strategi yang dapat Anda terapkan untuk dapat menentukan harga produk dengan tepat. jadi dengan cara ini tidak perlu bagi Anda untuk menebak harga produk tanpa kemudian ada informasi dasar yang kurang jelas.

Anda dapat mengubah pola pikir mencari keuntungan yang ada

Tentu saja sebagai pebisnis semua orang termasuk Anda dalam hal ini jadi ingin mendapat untung. Ini tentu saja suatu keadilan tetapi jangan biarkan karena alasan itu Anda memasang harga yang cenderung lebih tinggi. Perlu dicatat bahwa ketika menentukan harga produk yang tepat maka elemen pendukung perlu melihat posisi bisnisnya dalam strategi pemasaran.

Titik tengah perlu ditemukan antara daya beli pelanggan target Anda dan kompetisi untuk dapat menghadapi pesaing. di situlah Anda kemudian dapat menentukan harga produk yang tepat dan tetap mendapat untung.

Berapa Banyak yang Harus Saya Jual Bisnis Saya

Berdasarkan kebutuhan Anda maka Anda dapat menentukan harga

Untuk pengelolaan bisnis maka Anda perlu mengetahui biaya yang harus dikenakan. jika memang harga produk tidak mencakup pembiayaan sehingga efeknya akan berdampak negatif pada kondisi arus kas perusahaan Anda. Oleh karena itu ketika biaya pengeluaran usaha telah ditentukan Anda tidak boleh lupa juga untuk memasukkan biaya untuk properti, inventaris, pembayaran cicilan hingga gaji karyawan.

Tidak diketahui bahwa ada empat cara yang dapat Anda terapkan untuk dapat menentukan harga produk dengan tepat sebagai berikut

Biaya-plus

Anda perlu tahu apakah itu memang cara yang digunakan oleh pebisnis, terutama bagi mereka yang bergerak di bidang manufaktur, adapun apa yang harus Anda lakukan ketika Anda ingin menentukan harga produk dengan menggunakan cara ini adalah menghitung terlebih dahulu jumlah biaya produksi, selain itu juga ditambah dengan nilai keuntungan yang Anda inginkan atau biasa disebut margin. rumusnya adalah sebagai berikut.

Harga jual = modal (biaya produksi) + laba

Misalnya Jika Anda memiliki bisnis di bidang fashion, terlibat dalam penjualan pakaian wanita misalnya. biasanya produksi yang dihasilkan idealnya adalah 10 pakaian wanita di mana Anda akan menghabiskan Rp1.000.000 untuk pembelian bahan baku dan Rp2.000.000 untuk biaya operasional. biaya operasional serta gaji karyawan, listrik dan sebagainya. jadi anda menghabiskan Al total biaya Rp3.000.000. tentu saja, Anda bisa mendapatkan keuntungan dari produksi ini sebesar 20%. maka salah satu pakaian wanita Anda akan memiliki harga jual 10 pakaian
Rp3.000.000 + (20%x Rp3.000.000) = rp3.600.000
Harga jual satu garmen diperkirakan: rp3.600.000 : 10 = rp360.000

Permintaan

Harga permintaan sendiri idealnya akan ditentukan melalui kombinasi optimal dari keuntungan Anda serta jumlah produk yang tersedia. Bisnis yang kemudian menggunakan metode berbasis artis ini umumnya akan menjual produk dengan berbagai cara dan dengan harga yang berbeda serta pengecer, grosir, atau pemasar Mail langsung.

Misalnya, grosir cenderung membeli lebih banyak produk daripada pencicip sehingga pembelian yang akan dilakukan akan berada pada harga yang lebih murah. Tetapi metode penetapan harga berbasis permintaan ini membutuhkan jam terbang yang cukup tinggi untuk dikuasai. Hal ini dikarenakan Anda perlu melakukan perhitungan terlebih dahulu justru dengan besaran harga yang bisa dibilang mampu menghasilkan hubungan optimal yang berasal dari keuntungan dan jumlah produk yang tersedia.

Sekarang siapa pun dapat MEMBELI PROPERTI, BERINVESTASI DALAM PROPERTI dan MEMBUAT BISNIS BARU. Dengan EQUITY CROWDFUNDING beban berat menjadi lebih ringan.

Kompetitif

Biasanya memang metode penetapan harga berdasarkan kompetitif ini digunakan ketika pasar produk memiliki harga yang cenderung tetap ada. sebagai contoh saya ketika Anda menjual produk susu balita. Kompetitor anda dibanderol dengan harga Rp30.000 untuk satu bungkus susu balita saja. itu juga ide yang baik untuk menempatkan harga itu pada produk Anda. biasanya memang penerapan metode kompetitif ini adalah ketika produk di pasaran sulit dibedakan satu sama lain. Jika ada pemimpin pasar, di mana ada merek yang memimpin penjualan maka secara umum ia akan menentukan harga produk. sehingga perusahaan yang memiliki skala lebih kecil akan mengikuti nantinya.

Jadi memang bagi Anda untuk dapat menerapkan metode ini dalam penetapan harga produk yang diperlukan adalah mengetahui terlebih dahulu tentang harga produk yang sudah dipasang oleh kompetitor. Jika ada yang ingin memasang harga produk yang memiliki harga lebih tinggi dari kebanyakan pesaing pastikan sebelumnya bahwa ada sesuatu yang dapat menjadi keuntungan dari produk yang Anda tawarkan seperti Anda menyediakan layanan konsumen selama 24 jam atau juga kebijakan bahwa produk Anda dapat ditukar.

Harga mark-up

Secara umum, penggunaan metode ini dilakukan oleh bisnis yang bergerak di bidang manufaktur, pengecer, dan grosir. Peristiwa ini digunakan untuk menambahkan jumlah atau persentase tertentu yang ditemukan dalam biaya produk yang akan dihasilkan untuk pelanggan. misalnya, saat membuat produk Anda hanya perlu Rp100.000 lalu menjualnya seharga Rp125.000 maka nilai mark-up adalah Rp25.000. untuk menghitung persentase markup, Anda perlu membagikan nilai markup dengan biaya pembuatan produk seperti Rp25.000 dibagi Rp100.000 yaitu 25%.

Anda dapat memperhatikan kondisi pasar

Hal yang begitu penting bagi Anda juga harus memperhatikan adalah kondisi pasar untuk dapat menentukan harga produk. di sini Anda harus tahu dalam rapat apakah target pelanggan mampu dan bersedia membayar produk sesuai dengan harga yang Anda inginkan. oleh karena itu penting bagi Anda untuk memiliki target pelanggan yang jelas dalam hal ini.

Ini karena di kelas sosial yang berbeda, target pelanggan akan memiliki karakteristik yang berbeda. Jadi di sini harus dipastikan terlebih dahulu bahwa produk Anda memang memiliki target pelanggan tertentu sehingga nantinya harga produk kemudian dapat ditentukan dengan tepat.

BACA JUGA