Investasi Hotel Masih Menguntungkan. Indonesia masih menjadi pasar potensial bagi investor hotel. Meskipun tingkat hunian hotel rata-rata tahunan mengalami penurunan, Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan sektor pariwisata dan MICE dalam rangka mendorong kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Perusahaan konsultan properti Colliers International mengatakan Bali merupakan area yang sangat menarik bagi investor hotel yang membuat Investasi Hotel Masih Menguntungkan. Ber menurut catatan Colliers, selama 2016-2019, Bali akan menambah 15.592 kamar hotel baru di mana 7.684 kamar akan dikontribusikan dari pembangunan hotel bintang lima.

Beberapa hotel bintang lima yang sedang dibangun di Bali antara lain Jumeirah – Jimbaran (104 kamar), Marriott Saba Bay Resort – Gianyar (200 kamar), Amari Pecatu Bali (435 kamar), The Westin Ubud Resort & Spa (110 kamar) dan Waldorf Astoria Bali Uluwatu (98 kamar).

Investasi Hotel Masih Menguntungkan, Ini Faktanya

Associate Director Colliers International Indonesia mengatakan bahwa Bali memang menjadi favorit utama bagi investor karena memiliki prestise tersendiri untuk memiliki hotel di Pulau Dewata. Sementara itu, bagi pengembang properti, mereka membangun hotel di Bali untuk melengkapi portofolio properti mereka. Bukan sebagai penghasilan utama.

Menurutnya, sebagai destinasi utama di dunia, Bali berpeluang untuk terus meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. Apalagi, Kementerian Pariwisata menargetkan 20 juta wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia pada 2020.

Jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia masih kalah dengan Malaysia. Ada potensi pasar yang belum dimanfaatkan. Jika pemerintah serius tentang hal ini, industri hotel akan meningkat. Senior Associate Director Colliers International Indonesia Investment Services Aldi Garibaldi menambahkan, industri hotel masih menarik mengingat pembukaan banyak destinasi wisata baru, seperti Wakatobi, Raja Ampat, dan Lombok.

Sekarang siapa pun dapat MEMBELI PROPERTI, BERINVESTASI DALAM PROPERTI dan MEMBUAT BISNIS BARU. Dengan EQUITY CROWDFUNDING beban berat menjadi lebih ringan. Ingin mendiversifikasi portofolio Anda? coba urun dana atau equity crowdfunding properti di Julizar

Membuka hotel di Lombok sangat masuk akal. Harga hotel di sana cukup tinggi, lebih tinggi dari Bali. Ini karena hotel di sana sangat minim.

Investasi Hotel Masih Menguntungkan, Banyak Hotel Dijual

Namun, Bali dan Jakarta masih menjadi lokomotif pertumbuhan hotel domestik. Namun, Adi mengungkapkan, banyak pemilik hotel yang menjual hotelnya ke pihak lain. Colliers bertugas menjual hotel bintang empat dan lima di Bali, sebagian besar karena mereka memilikinya untuk waktu yang lama, lebih dari sepuluh tahun. Harga properti sudah tinggi, dan mereka menjual.

Untuk kota lapis kedua dan ketiga, permintaan hotel cukup tinggi, karena hotel masih sangat minim. Di sana ADR (Average Daily Rate) cukup tinggi. Pada tahun 2016, akan ada transaksi pembelian tanah di tier satu dan dua yang dikhususkan untuk hotel.

Selain itu, pemerintah juga telah menerapkan berbagai insentif untuk mendorong pariwisata, misalnya dengan menderegulasi regulasi memungkinkan perusahaan pariwisata mengimpor barang tanpa pajak.

Namun, yang juga menjadi tantangan adalah menyediakan sumber daya manusia di sektor pariwisata dan perhotelan di destinasi wisata baru, khususnya di Indonesia Timur. Hal ini dikarenakan tingkat pendidikan antara Indonesia Barat dan Timur masih kurang.

Pergerakan sumber daya manusia dari Barat ke Timur juga menimbulkan masalah. Tidak semua masyarakat Indonesia ingin bergerak. Kontribusi sektor pariwisata Indonesia secara tidak langsung berkontribusi sebesar 20-30% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

AETIKEL TERKAIT

Bali tidak hanya surga bagi wisatawan, tetapi surga bagi investor kondominium hotel

Bali tidak hanya surga bagi wisatawan, tetapi surga bagi investor kondominium hotel. Hal ini dikarenakan penghasilan yang diperoleh dari bisnis rental hotel di Bali semakin menjanjikan. Jika tingkat hunian atau hunian hotel tinggi, tarif kamar hotel juga tinggi. Pada akhirnya, nilai sewa lebih tinggi, semakin tinggi.

Nilai sewa yang diperoleh, semakin cepat pengembalian modal dilakukan. Kawasan Pantai Kuta merupakan kawasan bergengsi karena selalu sibuk selama 24 jam dan lokasinya sangat strategis, yakni hanya 15 menit dari Bandara Ngurah Rai. Selain itu, tingkat hunian hotel di kawasan Pantai Kuta rata-rata di atas 75% dan harga kamar per malam sekitar Rp. 1 juta per malam. Hal inilah yang membuat bisnis rental hotel di kawasan Pantai Kuta semakin menjanjikan.

Kawasan Pantai Kuta adalah lokasi nomor satu di Pulau Dewata. Kawasan ini menjadi spot surfing favorit dan dikelilingi oleh pusat kuliner, kafe, dan pusat hiburan dari malam hingga pagi hari. Tidak hanya itu, kawasan yang juga terintegrasi dengan Pantai Jimbaran ini menjadi tempat bagi wisatawan untuk menikmati matahari terbenam.

Biaya pembangunan hotel seluruh tower tidak termasuk investasi tanah, sementara itu, biaya konstruksi untuk hotel saja membutuhkan dana sekitar Rp. 600 milyar. Jika dihitung dengan jumlah total kamar Raffles Hotel sebanyak 180 unit, biaya konstruksi per kamar hotel super mewah ini akan mencapai Rp. 3,3 miliar! Sementara itu, banyak pengembang tidak hanya membangun satu, tetapi tiga hotel mewah di lokasi yang sama. Dua lainnya adalah W dan Rosewood. “Untuk W Hotel, kami sudah menganggarkan biaya sebesar Rp. 600 miliar dengan total 300 kamar. Sehingga biaya pembangunannya mencapai Rp. 2 miliar per kamar menambahkan bahwa kisaran tarif kamar yang akan ditetapkan di hotel Raffles berada di level 300 dolar AS Rp 2,9 juta) -325 dolar AS (Rp 3,2 juta) per malam.