Minuman non-alkohol adalah semua jenis minuman yang tidak mengandung alkohol. Minuman jenis ini dapat dinikmati secara langsung, sebagai minuman pembuka, sebagai obat-obatan tertentu, atau minuman campuran yang mengonsumsi dingin atau panas.

Untuk restoran hotel, biasanya menyediakan minuman non-alkohol pada waktu sarapan atau selama waktu luang untuk pergi bersama pengunjung sambil bersantai. Minuman non-alkohol lebih menyenangkan bagi semua orang, karena terbuat dari bahan-bahan seperti buah dan sayuran, susu, dan tidak mengandung zat yang menyebabkan hilangnya kesadaran.

 

Kategori dalam Minuman Non-Alkohol

Secara umum, minuman non-alkohol dibagi menjadi:

Air Mineral

minuman non-alkohol

Air Mineral adalah air murni dengan kandungan mineral yang tinggi. Air Mineral dibagi menjadi beberapa jenis:

  • Air Mineral Alami, berasal dari mata air gunung atau air tanah di bumi yang hambar, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak mengandung bahan kimia.
  • Air Mineral Buatan, adalah minuman ringan yang berasal dari campuran bahan mineral ke bendungan air dan ditambahkan dengan gas karbon dioksida, seperti minuman ringan, soda tonik, bir jahe, minuman lemon, dan sebagainya.

Minuman Menyegarkan

Minuman menyegarkan adalah minuman yang dicampur dengan soda atau air mineral. Minuman yang termasuk dalam kategori ini adalah sebagai berikut:

  • Labu, minuman dalam bentuk cairan atau bubuk yang diperoleh dari buah-buahan.
  • Sirup, adalah minuman yang terbuat dari gula dengan air atau jus buah. Penggunaan sirup untuk minuman adalah untuk meningkatkan rasa manis, warna, dan aroma.

Minuman Tinggi

minuman non-alkohol

Minuman tinggi telah dikembangkan menjadi minuman khusus yang telah menjadi superior di beberapa restoran. Harganya relatif lebih mahal daripada jenis minuman non-alkohol lainnya.

Berikut adalah contoh minuman tinggi:

  • Milkshake,minuman manis dan disajikan dingin. Minuman ini terbuat dari susu, es krim atau es susu, serta penyedap rasa atau pemanis seperti sirup atau saus cokelat. Menyajikan minuman ini biasanya menggunakan gelas tinggi dan ditambahkan dengan topping seperti whipped cream atau es krim.
  • Float, atau es krim soda, adalah minuman yang terdiri dari satu sendok es krim atau lebih untuk minuman ringan atau campuran sirup dengan minuman berkarbonasi.

Minuman Stimulan

minuman non-alkohol

Minuman stimulan adalah minuman non-alkohol yang memiliki efek merangsang dengan meningkatkan aktivitas sistem saraf pusat dan perifer. Efek dari masing-masing minuman ini cukup beragam, seperti meningkatkan kesadaran, mempengaruhi detak jantung, tekanan darah atau pencernaan, dan sebagainya.

Berikut adalah berikut minuman non-alkohol dari kategori ini:

  • Kopi, minuman yang berasal dari olahan biji kopi. Bisa disajikan panas atau dingin. Kopi dapat disajikan dalam berbagai rasa, tergantung pada jenis biji kopi yang digunakan atau teknik manufaktur.
  • Teh, adalah tanaman asli Cina, yang berasal dari daun teh. Teknik pencampuran atau manufaktur yang berbeda akan menciptakan rasa dan aroma yang khas.
  • Susu, adalah minuman stimulan bergizi dengan kandungan mineral kalsium yang berguna untuk mencegah osteoporosis. Susu segar adalah susu yang berasal dari sapi sehat, tetapi bagi beberapa orang yang mempraktikkan vegetarianisme atau alergi terhadap susu sapi, Anda dapat mencoba produk susu lainnya seperti susu almond.
  • Cokelat, adalah bahan baku yang diproses dan berasal dari pohon kakao. Biji pohon kakao memiliki rasa pahit, dan untuk mengembangkan rasa, pertama-tama harus difermentasi.

 

Bergizi

minuman non-alkohol

Minuman bergizi adalah minuman non-alkohol yang mengandung zat makanan yang baik untuk tubuh. Bahan utama minuman ini berasal dari buah dan sayuran, kemudian diolah dengan cara dicampur atau mengambil jus dari buah dan sayuran secara langsung. Contoh minuman non-alkohol ini adalah:

  • Jus, terbuat dari ekstraksi atau menekan cairan alami dari buah atau sayuran.
  • Smoothie, terbuat dari buah dan sayuran yang diolah menggunakan blender hingga semua bahan halus, biasanya dicampur dengan es batu, es krim, yogurt, susu, dan sebagainya.

 

Sekarang siapa pun dapat MEMBELI PROPERTI, BERINVESTASI DALAM PROPERTI dan MEMBUAT BISNIS BARU. Dengan EQUITY CROWDFUNDING beban berat menjadi lebih ringan. Ingin mendiversifikasi portofolio Anda? coba urun dana atau equity crowdfunding properti di Julizar

 

Peralatan yang Digunakan dalam Membuat Minuman Non-Alkohol

peralatan minuman non-alkohol

Pemilihan peralatan harus disesuaikan dengan jenis hidangan apa yang akan dibuat. Umumnya ada beberapa jenis peralatan yang biasa digunakan dalam membuat minuman non-alkohol.

  • Juicer,digunakan untuk membuat berbagai jus buah atau sayuran. Tidak seperti blender, juicer dapat segera memisahkan bahan dan pulp
  • Mesin milkshake,untuk membuat milkshake atau kocok tebal
  • Dispenser es krim,untuk membuat es krim
  • Blender,untuk membuat smoothie, frappes, dan minuman lainnya
  • Dispenser pasca-campuran,untuk mengakomodasi berbagai jenis minuman dalam jumlah besar. Biasanya digunakan untuk minuman ringan
  • Ice Crusher, alat untuk memecahkan es
  • Sendok, untuk mendapatkan es krim

 

Sebelum menggunakan peralatan, selalu pastikan peralatan bersih sebelum dan sesudah digunakan. Saat membuat minuman, beberapa bahan yang digunakan sebelumnya mungkin meninggalkan rasa. Jika alat yang sama digunakan untuk membuat minuman baru dari bahan yang berbeda, ini tentu akan mengubah rasa minuman.

 

Bahan yang Digunakan untuk Membuat Minuman Non-Alkohol

Hal pertama yang harus disiapkan sebelum membuat minuman non-alkohol adalah bahan-bahannya. Pilihan bahan biasanya didasarkan pada beberapa hal:

  • Permintaan pelanggan harus dipenuhi sedapat mungkin
  • Item yang ditawarkan pada menu dan daftar minuman. Biasanya minuman dingin yang akan disajikan kepada pelanggan tercantum pada menu sehingga bahan-bahan yang dibutuhkan tersedia di workstation
  • Resep yang digunakan oleh restoran
  • Bahan-bahan tersedia di restoran. Biasanya restoran memiliki batasan tersendiri terkait bahan-bahan yang digunakan untuk membuat minuman

bahan minuman non-alkohol

Bahan-bahan berikut umumnya digunakan untuk membuat minuman non-alkohol:

  • Buah dan sayuran, digunakan untuk membuat jus buah dan sayuran, atau membuat hiasan untuk dekorasi. Pastikan buah dan sayuran yang Anda gunakan segar dan tidak layu
  • Produk Susu, produk ini bisa susu, krim, atau yogurt. Sebelum digunakan, pastikan untuk memeriksa tanggal kedaluwarsa
  • Air Bersoda, bisa menjadi minuman ringan atau air berkarbonasi
  • Es Krim, bahan ini biasanya digunakan untuk membuat milkshake, kocok tebal, dan es kopi
  • Minum Bubuk, misalnya, bubuk buah, cokelat, atau malt
  • Air mineral, umumnya dalam bentuk air mineral biasa atau air bersoda
  • Sirup, bahan ini digunakan untuk menambahkan rasa atau warna pada minuman

Bahan-bahan ini harus selalu tersedia untuk membuat minuman non-alkohol. Jika stok bahan menipis, segera laporkan kepada pimpinan atau staf lain yang menanganinya. Namun, jika bahan-bahannya habis, segera buat pengumuman bahwa minuman yang menggunakan bahan-bahan ini untuk saat ini tidak dapat dipesan.

 

Aturan tentang Menyiapkan Minuman Non-Alkohol

Sebelum menyajikan minuman non-alkohol kepada pelanggan, sebaiknya seorang karyawan memahami terlebih dahulu kebijakan yang berlaku di hotel. Berikut adalah beberapa aturan yang umumnya diberlakukan oleh restoran hotel:

  1. Cara Menangani Produk Surplus

Saat menyiapkan minuman yang dipesan oleh pengunjung, terkadang seorang karyawan secara tidak sengaja membuat terlalu banyak minuman. Untuk itu, perlu diketahui apa kebijakan restoran dalam menangani limbah atau kelebihan produk ini.

Misalnya, haruskah minuman dibuang? Apakah masih bisa diberikan kepada pengunjung sebagai bonus? Atau tidak apa-apa bagi seorang karyawan untuk meminumnya?

  1. Pengaturan Bahan dan Peralatan

Ada banyak variasi prosedur untuk mengatur bahan dan peralatan di restoran. Penataan alat dan bahan harus selalu rapi agar lebih mudah digunakan.

  1. Aturan untuk Mengkonsumsi Produk di Tempat Kerja

Tidak jarang karyawan sering mengonsumsi produk saat masih bekerja, misalnya mengonsumsi bahan yang digunakan untuk menghiasan atau mengonsumsi porsi minuman yang berlebihan untuk disajikan.

Sebagian besar restoran memiliki aturan untuk tidak mengizinkan karyawan mengkonsumsi produk selama jam kerja. Hal ini dikarenakan tindakan ini dapat memperburuk citra restoran jika dilihat oleh pengunjung.

Namun, ada juga beberapa restoran yang memungkinkan karyawan mereka untuk makan hidangan yang mereka buat saat bekerja, tergantung pada hidangan. Ada juga restoran yang memungkinkan karyawan mengonsumsi produk makanan atau minuman di luar jam kerja di tempat-tempat yang tidak terlihat oleh pengunjung.

Berdasarkan ketentuan ini, aturan mana yang menurut Anda lebih baik?

  1. Cara Menangani Bahan yang Tidak Digunakan

Untuk menangani bahan yang tidak bisa digunakan lagi, setiap restoran di lingkungan hotel juga memiliki kebijakan yang berbeda-beda. Penyebab bahan yang tidak dapat digunakan juga bervariasi, misalnya karena telah melewati tanggal kedaluwarsa, cacat pada bahan-bahan dikhawatirkan dapat mengurangi kualitas produk, dan sebagainya.

Sebelum membuang materi, berikut adalah hal-hal yang harus dipertimbangkan:

  • Bahan apa yang akan dibuang?
  • Berapa banyak bahan yang akan dibuang?
  • Bagaimana bahan akan dibuang?
  • Mengapa bahan harus dibuang?

 

Sebelum menyajikan minuman, ada baiknya anda mengetahui apakah pengunjung memiliki alergi atau apakah mereka memiliki gangguan pencernaan pada suatu bahan. Beberapa bahan yang digunakan mungkin berpotensi menyebabkan alergi dan sensitif terhadap lambung.

Ini adalah berbagai jenis minuman non-alkohol yang tersedia di hotel. Tertarik untuk mencobanya di rumah? 🙂

 

BACA JUGA :